Selasa, 06 November 2012

SEBELUM PRAMUKA



Pada siang hari di SMP N 2 Mlati. Aku, Bachrul, Sekar, dan Rohmah sedang menunggu waktu Pramuka. Lalu Rohmah meminjam ponsel saya, ternyata Rohmah meminjam ponsel saya untuk merekam video, Rohmah mereka aku, Bachrul, dan Sekar yang sedang tendang-tendangan dengan kuas cat.
Saat itu aku dan Bachrul melawan Sekar, dan saat itu lah Rohmah merekam peristiwa itu. Rohmah merekam melewati Sekar lalu melewati aku dan Bachrul, tiba-tiba Sekar menyenggol Rohmah dan GUBRAKKK !!!!!!!!!!!!! terjatuh lah ponsel saya lalu kami tertawa terbahak-bahak sambil menyalahkan Sekar. Rohmah pun masih merekam video itu.
Kemudian Rohmah merekam Bachrul, dan dia pun beraksi layaknya seperti artis yang sedang diwawancarai.
“Saya Bachrul Rosyid Zaini atlet basket,”
“Saya lahirnya di Indonesia,” jawab Bachrul dengan percaya diri.
Rohmah pun masih merekam Bachrul sampai memberikan kuas cat sebagai microphone.
“Saya itu sudah main basket di PSS,” kata Bachrul dengan gaya yang aneh.
“Itu sepak bola Mas…,” balas Rohmah dengan kebingungan.
“Nah saya itu dulu cuman anak miskin, miskin banget kan dulu saya itu punya Verari 5, helipkoter 10, BlackBerry itu enggak kehitung, saya itu sangat miskin ssampai saya itu punya kucing anggota,” kata Bachrul panjang lebar .
Kami pun tertawa karena yang diucapkan adalah anggota seharusnya kucing anggora. Lalu Bachrul memberikan kuas catnya pada saya.
“Nah pemirsa sekarang saya akan menceritakan kehidupan saya,”
“Saya itu orangnya tampan, baik, sopan, rajin menabung, dan imut tidak seperti mereka berdua ,”
“Nah pemirsa saya akan menunjukan keahlian taekwondo, saya membutuhkan sukarelawan untuk saya pukul,” lanjut Bachrul dengan percaya diri.
Kemudian aku dan Sekar pun lari ke tempat parkiran sekolah untuk bersembunyi dari Bachrul. Sekar bersembunyi di balik tembok sedangkan aku bersembunyi di kantin sekolah.
“Ini sekolahmu di tunjukan,” kata Rohmah dengan lantang.
“Ya, ini adalah sekolah saya yang membangun saya karena saya miskin sekali,” jawab Bachrul dengan menunjukan sekolahnya.
“Dan ini adalah ruang kelas  8C,” kata Rohmah sang reporter.
“Ya, pemirsa,” kata Bachrul.
“Sebentar ! pemirsa-pemirsa terus,” jawab Rohmah dengan suara keras dan amarah.
Kemudian Rohmah juga menunjukan ruang kelas 8B, 8A. Lalu Bachrul mengambil tas dan tongkat pramuka ku, kemudian dia pergi ke tempat parkiran sekolah untuk mencari aku dan Sekar. Setelah Bachrul menemukan aku dan Sekar kami gila-gilaan bersama. Lalu aku menunjukan sedikit gerakan senam ku, Bachrul pun juga menunjukan sedikit gerakan taekwondonya. Kemudian Bachrul ingin menunjukan aksi memecahkan batu bata dia membutuhkan sukarelawan untuk memegangi bata tersebut.
Sekar lah yang menjadi sukarelawan itu, dia memegangi bata itu dan......TARRR !!!!!!!!!!! terbelah lah bata itu menjadi 2, tetapi Sekar menjerit kesakitan entah mengapa hingga tangannya merah. Lalu Sekar mencari air untuk mendinginkan tangannya yang merah, lalu Sekar berlagak seperti orang gila.
“Kimi apa susahnya ngomong?,” Tanya Bachrul ke Sekar.
“Aku enggak punya pulsa,” jawab Sekar.
“Kimi aku galau tanpamu,” kata Bachrul.
“Apa? Kamu galau?,”jawab Sekar sambil tertawa.
“mawar maafin marwan ya?,” Tanya Bachrul ke aku.
“Enggak boleh,” jawab ku.
“Kenapa enggak boleh,” Tanya Bachrul.
“Karena aku enggak punya pulsa,” kata Rohmah menggantikan aku.
“Qoid ?,” Tanya Bachrul.
“iya,” jawab ku.
“ada yang baru loh,” Tanya dia lagi.
“Apa ?,” jawab ku kembali.
“itu gigimu,” jawab Rohmah menggantikan aku lagi.
Dan aku pun tertawa terbahak-bahak, lalu tiba-tiba Sekar melaju menggunakan sepeda orang lain melewati aku, Bachrul, dan Rohmah. Sekar melaju dengan kencang sekali.
“Mari kita kejar !!,” kata Rohmah sambil berlari mengejar Sekar.
“Woy……balik !!,” sahut Rohmah lagi.
“Hallo pak warno mau pulang pak ?,” Tanya Rohmah.
“iya,” jawab pak warno.
“Ya ampun kamu masih merekam saja,” Tanya Bachrul .
TAMAT
                                                                      Karya : Qoid Tsaqib Hasan
                                                                                   IX A / 19

Kepedihanku


Setiap hari kuteteskan air mata ini
Hari demi hari kulalui
Eejekan demi ejekan kudengar
Aku memeng tidak sempurna

Aku memang tidak seperti anak lainnya
Aku hanyalah seseoramg yang tak berguna
Aku seperti sampah yang tak berarti
Diterlantar kan di jalan atau temat sampah

Aku mencoba untuk selalu sabar
Memendam perasaan yang sangat sakit
Tetapi hatiku tidak bisa menampung semua kesabaran ku
Rasanya ingin ku tumahkan  perasaanku ini

Aku yakin tuhan memiliki maksud dari semua ini
Aku percaya pada tuhan
Aku juga yakin tuhan itu maha adil
Terimakasih tuhan

Senin, 05 November 2012

Diary

Dear blog

hari ini rasanya campur aduk ada seneng ada emosi dan lain-lain , tapi yang paling menyenangkan adalah aku bisa bertemu dengan sahabatku,  aku berharap dia mau jadi sahabatku selamanya sampai mati karena dia sangat baik sekali dengan aku. dan aku juga mempunyai beberapa sahabat yang sepesial yaitu icha, tia, nia, danti, bachrul, ridwan,noel aku berharap juga mereka mau jadi sahabat sejatiku 

dan yang membuatku emosi adalah aku benci kakakku dia selalu megang laptop dan aku tidak diperbolrhkan untuk memijam betapa emosinya aku karena aku ingin sekali memakainya untuk mengedit dataku yang belum selesai jadinya aku ke warnet deh, huuuuuuh nyebelin bikin emosi aja rasanya pingin banting laptopnya itu saking emosinya .

SEKIAN TERIMAKASIH